Wednesday, 31 May 2017

Obat

Awal mula kita pertama bertemu adalah pada kondisi dimana kita berdua mengalami patah hati. Bukan patah hati biasa, tapi patah hati yang hebat. Tapi, hubungan awal yang kita jalin bukan pelarian, melainkan proses pencarian obat untuk luka hati kita masing-masing. Meski waktu itu luka hati yang paling besar dimiliki dia, sedangkan aq dalam proses melupakan. 

Bahagia sekli pertama kali benar-benar mengenalnya secara dekat. Waktu itu aq hanya menggapnya sebagai kakak laki-laki q saja karna aq tau luka hatinya masih menganga dan masih memerlukan obat. Lagipula aq masih beranggapan aq tidak masuk "jangkauan pandangannya" selama ini. Jadi, aq cukup bahagia waktu itu bisa bertukar kabar dan meminta bantuannya ketika aq butuh. Meskipun  aq tidak bisa memungkiri dulu aq pernah sangat jatuh cinta padanya dan mungkin saat itu rasa itu hadir juga meski sedikit. :)

Seiring berjalannya waktu yaa rasa yang dulu pernah ada hadir kembali. Curhat deh disini yang ternyata kebaca ama dia yang saat itu peka. XD
Yasudah, dia akhirnya yang bilang duluan dan bawa-bawa "abis baca tulisan bagus banget". Perasaan udah ga enak waktu dia bilang "tulisan" yang ternyata benar dia baca curhatan q. Maluuu banget rasanya XD
Tapi, yaa klo aq ga curhat dan dia ga baca curhatan q mungkin sampai saat ini kita masih bingung mencari obat untuk luka hati kita masing-masing. Meski tetap saja hubungan kita saat itu sudah sangat dekat. :))

Dan saat ini hanya bisa bersyukur karna dia lah obat yang sangat manjur untuk mengobati luka hati q yang belum sembuh seutuhnya, dan semoga aja aq juga obat yang manjur untuk luka hatinya yang amat besar itu.

Love him so much <3 br="">