Saturday, 30 July 2016

Entah :)

Malem ini seperti biasa browsing, nonton drama Korea dan facebook-an. Gara-gara kegiatan terakhirlah yang bikin gw posting lagi malem ini.

Sebuah nama dimasa lalu hadir di wall facebook gw. Ngga ada yang istimewa awalnya, tapi karna sebuah alamat yang notabene tempat tinggal gw berhentilah gw di postingan yang menandai "nama si masa lalu".
Nama ini mengembalikan gw ke jaman SMP. Yaa, dy temen SMP gw. Kurang lebih 10tahun lalu sejak kita terakhir bertemu. Tapi, masih aja sosoknya teringat jelas terutama ketika dikelas 2 SMP. Ngga perlu dijelaskan lebih lanjut, intinya kita pernah dekat.

Orang ini beberapa kali sejak tahun 2006 (jaman kelulusan SMP) sempat berada dilokasi yang sama dengan gw, tapi kami tidak pernah bertemu. Padahal kami berada dilokasi dan jam yang sama, teman-teman laen pun sempat bertemu bahkan ngobrol dengan dy. Tapi, gw dan dy sama sekali tidak pernah bertemu, melihat sosoknya sekelebat pun ngga.
Hal ini terjadi tidak hanya sekali, selama SMA kami berada dilokasi dan jam yang sama sebanyak 4x (semuanya hasil cerita teman yang sempat bertemu dan ngobrol dengan sosok ini). Selepas SMA pun ketika gw ada diluar kota, dy melalui akun sosmed nya juga check in dikota yang sama dengan gw. Dan postingan setelahnya pun berada dilokasi yang sama dan di jam yang sama pula dengan gw.
Terakhir, ketika gw PPL masa kuliah gw sempat datang ke toko milik keluarganya yang menurut pengakuan dy melalui akun sosmed dy selalu ada di toko dan berkeliling. Tapi, ktika gw 2x kesana (waktu PPL belom tau klo toko itu milik keluarga dy) gw sama sekali ngga bertemu dy, lagi-lagi melihat sekelebat sosoknya pun ngga.
Coba kita lihat untuk 'kasus' terbaru ini. Dy kemungkinan akan berada disekitar alamat gw menurut postingan yang menandai dy ini, apakah kita akan dipertemukan ato ngga? :)

Dari dulu selalu mikir, koq bisa kita sama sekali ngga bertemu. Padahal jelas-jelas berada dilokasi dan jam yang sama. Dulu sih baper abis apalagi awal jaman SMA. Selepas SMA sih udah biasa aja. Hehe. .
Tapi, akhirnya sekarang-sekarang jadi mikir yah itu mungkin yang disebut ngga jodoh. Meskipun udah berada dilokasi dan jam yang sama, klo ngga jodoh yaa ngga mungkin bisa ketemu. Beda cerita klo jodoh, mau beda lokasi ato jam nya juga klo jodoh yaa pasti bisa ketemu.
Daan, itu melegakan. Karna berarti emang gw ngga jodoh ama sosok ini walo dulu jaman SMP deketnya kita udah ngelebihin sahabat. :)
Melegakannya, semoga Mamas (yang dulu sempet gw 'lepasin' keberadaannya alias bener-bener ngga tau kabar n domisili tepatnya dimana, akhirnya sekarang ketemu terus dimana-mana) emang jodoh yang sebenar-benarnya jodoh buat gw. . :)
Aamiin Allohumma Aamiin. . ;) <3 br="">

Sok Bijak ^^

"Kenapa kalian jalan masing-masing? Kayaknya terakhir liat kalian baik-baik aja ngga berantem atau apa."

Jawab aja dengan santai. 
"Iya, kami sekarang dalam mode jalan masing-masing. Karena kemaren ketika kami sedang jalan bersama dan tiba dipersimpangan aq dan Mamas memutuskan untuk melalui jalan yang berbeda. Kenapa? Karena kami ingin menguji diri kami sendiri bagaimana perbedaan ketika kami jalan bersama dengan ketika kami jalan masing-masing. Sesekali memenuhi ego pribadi bukanlah hal yang dosa atau tidak baik. 
Didepan sana masih selalu akan ada persimpangan-persimpangan yang lain. So, ketika di awal persimpangan kami sudah memisahkan diri, hal itu sebagai pembelajaran untuk mengetahui lebih baik jalan bersama-sama atau jalan masing-masing. Toh pada akhirnya didepan sana kami akan bertemu lagi disebuah persimpangan dan kali ini kami akan memutuskan untuk berjalan bersama-sama lagi karena pembelajaran yang sudah kami lalui sebelumnya."

Jalan yang kami lalui tidak selalu mulus, terkadang berbatu, berkelok, dan bertemu dengan persimpangan. Sekali kita merasakan jalan masing-masing ketika bertemu dengan persimpangan. Maka dipersimpangan selanjutnya kami akan bergandengan tangan dan jalan bersama-sama. Meski jalan itu berbatu, berbelok, dan bahkan menemui persimpangan lagi, kami pastikan untuk tetap bersama karna pada akhirnya kami tau bahwa tujuan kami itu sama. Untuk apa berpisah dan jalan masing-masing lagi klo pada akhirnya kami tau bahwa tujuan kami itu sama? :)
Sesekali menuruti ego itu baik, tapi klo keterusan malah menjadikannya rusak. Nah, ini yang udah berkali-kali tertanam dibenak dan hati. Tapi, mengaplikasikannya dikehidupan sendiri susah bukan main. Itulah kenapa postingan ini diberi judul "Sok Bijak" karna yang menulis pun masih belajar untuk mengendalikan ego nya sendiri. :)

Friday, 29 July 2016

Sisi Lain Drama Korea

Jadi beberapa bulan terakhir sering banget gw temuin sebuah tulisan yang menurut gw sedikit nyinyir dan menyindir para pecinta drama Korea. Maka jadilah tulisan ini gw posting. Bukan sebagai pembanding yah, karna gw belom termasuk K-Lovers banget. Gw masih memilah banget drama-drama Korea yang gw tonton. So, ini hanya sebagai penunjuk sisi lain drama Korea yang selama ini dijelek-jelekkan dan dinyinyirin.

Gw ngga memungkiri sih yaa klo misal drama Korea isinya sebagian besar emang tentang percintaan dan well ada adegan hug n kiss tentunya. :)
Jadi, emang ngga cocok sama sekali bagi adek-adek yang masih sekolah. Nah, bisa dibilang yaa cocoknya untuk 17+. Tau sendiri donk klo udah 17+ kebanyakkan kan bisa mikir mana yang baik dan ngga baik.
So, sah-sah aja klo emang mereka jadi K-Lovers.

Beberapa drama Korea yang gw tonton ngga semuanya full isinya romance aja. Ada banyak juga yang cerita tentang medis. Mikir sih yaa, medis gitu kecimpungnya di RS, klopun ada romance nya ngga yang se-vulgar kiss terus-terusan kan. Paling banter lirik-lirikkan doank. Masa' iya mereka bakal jadi kebablasan yang lirik-lirikkan padahal depan mata ada pasien sekarat yang butuh pertolongan?. :D

Ada lagi drama Korea katanya kisahnya cuman tentang lelaki tampan, kaya nan baik hati yang jatuh cinta ama perempuan biasa yang lebih ke jelek, miskin nan ceroboh.
Jelas banget bisa gw bantah. Karena ngga semua jalan cerita seperti itu. Beberapa drama bahkan memberikan peran lelaki yang ngga terlalu tampan (meskipun kaya juga :D) sebagai lead actor dibandingkan dengan second lead nya yang jauh lebih tampan.

Jadi, intinya gini, sisi lain yang gw bahas ini adalah; lelaki tampan nan kaya yang diceritakan sebagai lead actor ini lebih memilih perempuan biasa baik dari penampilan maupun kekayaan dibanding dengan perempuan cantik dan kaya. Apa alasannya? Yaa, karna si perempun biasa ini ini tadi lebih memiliki hati yang cantik ketimbang perempuan yang hanya cantik fisiknya saja.
See, where is the point? Yaa, poinnya itu mengajarkan kita yang ada didunia nyata untuk berpikir "ngga semua lelaki tampan dan kaya akan memilih wanita yang cantik dan kaya juga". Ada faktor laen yakni, hati dan sikap wanita tersebut meski secara fisik biasa-biasa aja.

Bahkan ada seperti yang gw bilang di paragraf sebelumnya ada second lead actor yang jauh lebih tampan dibandingkan lead actor nya. Tapi, tetep kan lead actress nya lebih memilih si lead actor ketimbang second lead.
Karna sebagai wanita emang lebih memilih sikap dan hati juga dalam mencari pasangan. Yaa, bisa dibilang fisik nomer sekian lah. Seperti postingan gw beberapa tahun lalu kayaknya, "yang penting hati n sikapnya baik. Klo dapet yang tampangnya juga oke, anggep aja itu bonus". :)

Emang intinya kebanyakkan perempuan sih lebih memilih yang bikin dia nyaman, bukan sekedar dari tampang aja. Itu menurut gw dan pengamatan dari sekian banyak perempuan yang ada disekitar gw dalam menemukan pasangan.
Klo kalian punya pendapat laen, yaa silahkan tapi, itulah yang selama ini gw amatin disekitar lingkungan gw.

So, intinya gw ngga sukak aja ama postingan-postingan nyinyir yang bilang orang yang demen nonton drama Korea kebanyakkan mengkhayal. Kita udah dewasa dan pasti tau mana yang baik untuk dicontoh dan mana yang ngga baik untuk dicontoh. Jadi, ngga serta-merta semuanya 'ditelen' gitu aja. :)

Saturday, 9 July 2016

Just Share ^^

Abis lihat dan mendengar curahan hati seorang lelaki kepada sahabatnya.
Sempet nyesek dan makjlebb juga sih liatnya. Tapi, bukan karna ada kemiripan dengan kisah gw. Hehe :D

Ada 2 lelaki A dan B yang bersahabat udah sejak lama. Dua-duanya lagi punya masalah dengan pasangan masing-masing. Si A punya masalah dengan orangtua pasangannya alias belum diberi restu. Si A ini juga punya sedikit masalah dengan Ibunya berkaitan dengan kisah asmara masa lalu si A ini.
Sedang Si B bermasalah dengan pasangannya karna ada banyak hal yang tidak sama diantara mereka.

Suatu waktu Si A dalam kegalauan tingkat tinggi malah dicurhatin panjang-lebar ama Si B tentang pasangannya.
Tapi, tiba-tiba sambil mengeluarkan nada tinggi Si A bilang: "Ketika kamu merasa hanya ingin bersama dengan wanitamu, ingin selalu bisa memeluknya, ingin selalu bisa bersamanya selamanya maka yang harus kamu lakukan adalah memaksanya menikah. Meski orangtuanya tidak memberi restu, kamu harus memohon atau bahkan berlutut untuk mendapat restu mereka dan menikahi wanitamu. Itu adalah jalan yang paling benar, bukannya meminjamnya saat pagi hingga sore kemudian mengembalikannya saat malam hari! Harus mati berapa kali, agar kamu paham bagaimana wanitamu ingin dicintai dengan sebenarnya?!"

Padahal kata-kata Si A ini mengacu pada kondisinya dia. Bukan untuk menjawab curahan hatinya Si B. :D

Waw, klo masih ada aja satu lelaki didunia ini yang punya pemikiran seperti itu, yakin bakal antri pertama deh gw. :D
Bukan karna apa-apa, lelaki seperti ini langka banget jaman sekarang yang terlalu banyak pemikiran dan kebimbangan. Dan udah dipastikan cintanya lelaki ini bener-bener tulus dan besar banget. Sebagai wanita gw ngga bakal khawatir klo dicintai oleh lelaki seperti ini. :)