Wednesday, 30 September 2015

My Future Children? -__________-

Sejak kelahiran Zarifa Mahira - ponakan tercinta gw, hampir seluruh keluarga yang udah liat ponakan gw ini akan bilang klo Ifa mirip banget ama gw saat gw masih bayi.
Jelaslah, Ifa ini aslinya mirip Ay Ay nya banget. Tapi, karna Ay Ay nya itu cowok sedangkan si Ifa ini cewek jelas aja Ifa jadi mirip gw yang notabene adalah "kembaran" Ay Ay nya. :D

Bahkan, sampe' sekarang Ifa berumur hampir 7 bulan wajahnya benar-benar kloningan gw banget! Ditambah lagi dengan 'nempel'nya dia ke gw selaen ama BunBun nya. Bahkan ama AyAy nya ngga se'nempel' itu. -_- :D

Lalu muncullah wacana dari BunBun nya si Ifa. "Klo Ifa mirip Afisa, ntar qt liat anaknya Afisa mirip siapa yak? Mirip Afisa or ngga?"
Duh deek, belom nikah udah dibahas aja anak gw nantinya mirip siapa? x,x
Mana tukang sayur langganan gw yang ikut nimbrung pun bilang,"Anaknya A3 (Red-gw-Afisa) nanti mirip ama A2 (Red-Abang gw) nuw. Kan gantian."
Badala, apa-apan tuh bisa gantian padahal beda 'pabrik'. -___-

Tapi, jujur aja gw juga jadi mikir iya yaa anak gw ntar lebih dominan mirip gw ato Bapaknya yak?. @,@
Sampe' tercetuslah jawaban ngawur dari gw. Anak gw nanti semuanya harus mirip gw sebagai Ibunya kecuali satu hal, hidungnya aja yang boleh ngikut Bapaknya.
Wkakakak... Langsung abz dah pala gw dipoles ama Mommy n Abang gw. -_-
:D

Tapi, bener koq kepengenan gw mah kek gitu. Udahlah hidungnya aja yang kayak Bapaknya. Secara kandidat si calon bapak ini emang berhidung mancung. Jelas donk untuk memperbaiki keturunan gw milih calon yang berhidung mancung. Ngga kayak hidung gw yang malu-malu karna mancungnya kedalem. -____-

So, qt liat aja ke depannya gimana tingkat kemiripan anak gw ke depannya. Lebih dominan ke Bapaknya ato Emaknya. Tapi, semoga aja dominan ke gw kecuali itu tadi hidungnya. Aamiin
:D

Untitled

Berkelanjutan dari postingan gw tentang undangan pernikahan dari senior gw di SMA kemaren. Alhamdulillah, Mamas tidak egois dengan meluangkan waktunya untuk menemani gw sekaligus menghadiri undangan yang dia terima bersama gw.
Trimakasih untuk waktunya dan kesediaanya menemani aq, Sayaang... ;*

Di postingan sebelumnya sempat gw bilang klo gw benar-benar membutuhkan untuk ditemani Mamas karna ada seseorang yang pasti akan hadir juga di acara itu. Tapi, ternyata gw salah, orang itu ngga hadir. Atau tepatnya gw ngga melihat orang itu. :)

Dan hari ini baru gw tau apa alasan orang itu / yang tidak boleh disebut namanya (Red- Voldemort :D) tidak tampak dari seseorang kepercayaan gw yang tau betul dan kenal dekat dengan si Voldemort ini.
Kata orang kepercayaan gw ini si Voldemort ngga berani hadir karena ada Mamas yang tentunya akan hadir bersama gw di acara itu. 

Entah apa maksudnya gw kurang tau secara mendetail karna orang kepercayaan gw ini pun pelit banget ngasih infonya. So, gw cuman bisa menerka-nerka aja dan menyambung-nyambungkan sendiri dengan hal lain.
Satu hal yang terlintas dibenak gw adalah: Voldemort gagal move on dari gw!
Big no!

Yeah, dari beberapa postingan dia, menunjukkan dia udah sukses move on koq apalagi setelah gw sindir secara terang-terangan (meski tanpa menyebut namanya si Voldemort ini) disalah satu sosmed gw.
Tapi, ini kenapa jadi begini? Well, entahlah karna ini cuman perkiraan gw aja.
Tapi, jelas masuk akal donk yaa kesimpulan gw ini. Dia ngga tampak karna Mamas yang notabene calon suami gw yang tentu aja menurut dy bakal hadir bareng ama gw.

Well, OK lah whatever his reason I just wanna him to move on from me.
Gagal move on means hurt himself forever
Dan gw ngga sampe' hati untuk tau apalagi membiarkan seseorang merasakannya apalagi disebabkan oleh gw. :(

Friday, 25 September 2015

Be a Housewife? No need to worry... :)

Kemaren adalah hari raya Idul Adha 1436. Seperti tahun-tahun sebelumnya, stock daging dirumah pun melimpah. Dan langsung dibungkus-bungkus sesuai jumlah masakan yang akan kami masak.
Seperti biasa masakan pertama wajib ada adalah rendang Padang. Kenapa rendang Padang? Karna rendang Padang identik dengan kuah kental n rasa pedasnya. Dan tentunya berbeda dengan rendang Jawa yang identik dengan rasa manisnya. :)

Hampir serumah kemarin sibuk dengan potong-memotong dan membersihkan daging yang melimpah jumlahnya. Padahal ponakan tersayang pun sedang ada di Solo sejak Ahad kemarin. Tentunya harus diadakan bagi-bagi tugas.
Berhubung ponakan cantik sudah agak sehat  dan nempel terus sama Tantan tercintanya, maka jadilah Ifa aq yang pegang, sedangkan Bunbun nya membantu Mommy dan adek q untuk acara potong-potong daging.

Disela-sela mengurus ponakan ternyata Mommy masih butuh 1 personil lagi. Yakni aq yang memang merupakan "tangan kanan" Mommy. So, selepas ponakan tersayang tidur dalam gendongan q, aq pun langsung menaruhnya dikasur dan turut membantu Mommy untuk segera memasak masakan pertama, rendang Padang.
Selesai merebus daging beserta bumbunya aq pun beranjak membuat santan. Akan tetapi, belum selesai membuat santan ponakan cantik nan unyu ini sudah membuka matanya padahal Bunbun nya masih belum selesai memotong-motong daging yang melimpah itu.
Jadilah aq Tantan kesukaannya yang mengambil alih kedalam gendongan sembari membuat santan dan mengaduk-aduk daging rendang tersebut.

Jujur, ngga melelahkan sama sekali membawa Ifa di gendongan sambil q sambi memasak. Memang sedikit berbahaya, tapi mau bagaimana lagi Ifa hanya cocok dengan q selaen Bunbunnya dan Granny nya yang saat itu sedang potong-memotong daging. :)

Padahal dulu sempat khawatir dan ketakutan kalau-kalau ketika menikah n punya anak nanti kerjaan q hanya mengurus rumah saja. Belum lagi jika aq tidak bisa menyelesaikan kerjaan rumah disisi lain anak q pun membutuhkan aq. Waw, sekali rasanya jika dipikirkan sekarang.
Pada kenyataannya mengurus ponakan q yang bukan merupakan anak q pun aq merasa senang dan nyaman. :)

Ternyata menjadi Ibu rumah tangga tidak seburuk dan serepot yang q kira. Well, memang merepotkan tapi, itu semua akan terbayar dengan tingkah polah dan cerdasnya anak kita serta aq pun bisa melihat tumbuh kembang anak q nantinya tanpa khawatir bagaimana keadaannya jika dia aq tinggal kerja dan q titipkan ke oranglaen yang tidak aq kenal. :)

Jadi, sekarang jika memang aq belum diterima bekerja di mana pun disaat aq sudah menikah dan memiliki anak, aq tidak akan khawatir lagi. Bisa mengurus rumah dan anak serta menjadi istri yang baik yang hanya menjadi ibu rumah tangga pun akan aq terima dengan senang hati. :))

Sunday, 20 September 2015

What should I do?

Terjadi lagi konflik ini. Entah bagaimana saya harus bersikap sekarang?
Mood masih kurang baik. Sedang menata dan mempersiapkan hati saya sendiri saat ini.
Maka dari itu saya butuh pelepasan dengan mengungkapkan apa yang tidak bisa saya utarakan secara langsung lewat tulisan ini.

Hari ini dapat undangan pernikahan dari senior saya di SMA. Saya dan Abang mendapatkan undangan pernikahan ini yang dititipkan ke salah satu teman saya. Dan acara itu sendiri diadakan seminggu lagi dari hari ini tepatnya tanggal 27 September mendatang. Ketika mendapat undangan ini yang terbayang dibenak saya adalah Mamas. Ya, dy harus menemani saya menghadiri undangan ini.

Sebenarnya tidak jadi soal saya menghadiri undangan ini dengan siapa. Tapi, yang jadi masalah adalah para tamu yang juga menghadiri acara ini, yang tentunya kebanyakan dari mereka adalah alumni SMA saya dulu. Terutama para seniornya. Ya, ada beberapa tamu undangan yang saya khawatirkan jika bertemu di acara ini. Apalagi beberapa tamu yang saya khawatirkan ini tau benar bagaimana hubungan saya dengan Mamas. Jujur, saya memang bukan orang yang ingin menunjukkan pada dunia bahwa saya taken. Tapi, khusus acara ini saya ingin dunia tau status saya yang taken ini dengan Mamas.

Apalah daya ternyata Mamas sudah punya planning sendiri dengan teman-teman kampusnya dulu. meski belum fix, tapi saya pun tidak berani berharap banyak Mamas lebih memilih saya ketimbang teman-temannya. 

Mengingat-ingat lagi feeling saya hampir 2 bulan lalu. Saya merasa Mamas sedikit berubah (baca postingan saya bulan Agustus lalu). Saat itu saya merasa sepertinya kami memang tidak perlu sering bertemu. Tapi, Mamas meyakinkan sebulan setidaknya qt harus bertemu sekali.
Yah, memang bulan ini qt udah bertemu saat minggu lalu Mamas mengantar saya untuk check up ke rumah sakit. Tapi, saat itu pun menurut saya sangat kurang jika memang dihitung sebagai pertemuan sebulan sekali kami. Dan ternyata saat weekend Mamas sudah punya acara sendiri yang sama sekali tidak melibatkan saya.

Entahlah, mungkin Mamas merasa lelah untuk bertemu dengan saya. Dan kembali dengan feeling saya sebelumnya, ternyata benar memang qt tidak sering bertemu. Tetapi, itu bukanlah keinginan saya. Hanya feeling saya yang merupakan refleksi dari apa yang dilakukan Mamas.

Dalam hubungan pasti akan ada yang berubah. Entah menjadi lebih baik ataupun lebih buruk. Jika tidak ada yang mengalah, maka hancurlah hubungan tersebut.
Mangalah bukan berarti kalah. Hanya saja saat ini saya sedang tidak ingin menjadi orang yang mengalah. Bukan egois, tapi semua ini menyangkut hubungan kami ke depannya dengan seseorang dari masa lalu. Hati saya yang sedang dipertaruhkan disini.

Semoga hasil yang saya terima baik. Sehingga apapun yang terjadi nantinya, hanya rasa cinta dan sayang Mamas yang dapat saya ingat. Itu rumus andalan saya saat ini. :)

Saturday, 19 September 2015

Still Love

Urusan percintaan memang tidak pernah lepas dari yang namanya konflik.Tapi, bagaimana qt bisa menghadapinya untuk menjaga keutuhan hubungan. Bersikap egois or just let it flow? Seperti yang aq alami beberapa hari yang lalu. :)

Ada sedikit missed communication kemarin yang membuat q sedikit emosi. Entahlah dalam bayangan q kemarin dy amatlah salah. Hari senin kemarin jadwal q untuk check up lagi ke rumah sakit. Dan berhubung Mommy sedang keluar kota maka aq berangkat untuk check up sendiri. 
Kebetulan hari senin kemarin Mamas sedang cuti, sehingga bisa meluangkan waktunya untuk menemani aq check up ke rumah sakit. Disitulah sedikit konflik terjadi. Aq menanyakan apakah Mamas akan ikut masuk ke ruang periksa atau ngga. Yang ternyata langsung dijawab Mamas dengan "engga". 

Serius deh makjlebb banget rasanya. Tapi, yah aq mikir "it's okay, mungkin dy merasa ngga nyaman aja untuk menemani aq periksa". Sampe' ketika moment awkward muncul diantara kami karna aq pun ngga menyangka akan mendapat penolakan seperti itu. Mamas yang kelihatannya menyadari hal itu langsung bertanya balik untuk memperbaiki jawabannya sebelumnya "emang didalem ada tempat duduk untuk penunggu pasien?" tanyanya.

Hell yeah! Pertanyaan macam apaan itu? :@
Jelas-jelas aq udah menanyakan sebelumnya. Yeah, tentu aja itu terkesan pertanyaan untuk menutupi moment awkward kami tadi.
Aq terkadang merasa belum mengenal Mamas lebih jauh. :( Yang tentu aja bikin aq sedih karna sebenernya status qt yang udh berubah ngga mempengaruhi seberapa jauh aq udh mengenal dy. :((

Lupakan masalah diatas. Meski sedih dan merasa bukan siapa-siapanya aq masih yakin klo Mamas sayang ama aq (Red: menghibur diri). 

Perkara selanjutnya, hari Jum'at kemarin aq harus kembali untuk check up guna pemeriksaan lebih lanjut. Kali ini aq diantar sahabat terbaik q Rofiah. Walopun Mommy udh pulang tapi, aq udh janjian lebih dulu dengan sahabat q ini. Dan dy bersedia mengantar n menemani aq menjalani pemeriksaan.
Tanpa disuruh pun sahabat q ini ikut menemani aq hingga ke dalam ruang pemeriksaan yang membuat q mengingat moment hari senin lalu bersama Mamas. :(

Setelah tiba dirumah pun aq bercerita panjang-lebar ama Mamas tentang pemeriksaan q dan perintah untuk mondok dari dokter q. Sekian lama menunggu jawabannya karna jujur aja aq merindukan saat-saat bercengkrama dengannya meskipun hanya sebatas chatting lewat sosial media. Quality time yang harus kami jaga dalam hubungan ini.
Ternyata dy ketiduran dan well moment quality time itu pun hilang seiring mood q yang memburuk menghadapi diskusi macam-macam ini.

Hingga menjelang tidur perasaan q masih ngga menentu dan berpikir buruk tentang Mamas. Dalam hati aq bilang, "Segitu ngga pentingnya aq buat dy. Apa susahnya coba untuk bilang baik-baik dy lelah n ingin beristirahat sebentar daripada tidur begitu aja tanpa bilang apa-apa ama aq. Aq ada di prioritasnya nomer berapa? Lebih dari sepuluh aq rasa."
Aq bahkan ngga pernah nyuruh dy untuk telfon tiap waktu, cukuplah hanya sekedar sms ato chatting dari dy aq anggap sebagai quality time kami.

Tepat sebelum tidur aq teringat kata-kata mutiara dari seseorang entah siapa aq lupa.
Dy bilang, "Ketika qt membenci seseorang karna sesuatu hal, maka ingatlah kebaikannya. Seburuk apapun dy pasti memiliki kebaikan yang pernah ada untuk qt".
Yah, quote itu benar. Aq pun mengingat semua kebaikan, cinta, dan sayang Mamas selama ini terhadap q. Dan voila, marah itupun hilang secepat datangnya. :)

Rasa benci dan marah terhadap Mamas sejak beberapa hari lalupun hilang. Tergantikan dengan rasa cinta dan sayang yang lebih besar hanya untuknya. My Hunny ever. :*

Wednesday, 2 September 2015

Need Side Job

Lagi pengen banget kerja. Lama-kelamaan ngerasa bosen nglangut dirumah memanfaatkan fasilitas wah dari ortu. -_-
Tapi, yang jelas kerjanya juga pengen dirumah aja yang hanya memanfaatkan fasilitas wah ini dari ortu, so ngga perlu keluar rumah. :D 

Padahal duluuuu banget banyak orang yang bilang klo gw tuh ngga pantes kerja dibelakang meja (red:didalem ruangan). Karna gw adalah tipe orang yang ngga bisa diem lama-lama alias sukaknya jalan aja. Sampe-sampe' Nyokap ngasih julukan buat gw "Afisa tuh ngga bisa dipegang buntutnya". Saking seringnya gw berpindah tempat dalam jangka waktu yang ngga lama. :D

Karna dasar itulah ketika ada penjurusan di kampus gw, walopun gw basic nya Pendidikan tapi, tetep aja didalem pendidikan itu terbagi lagi kedalam 2 jurusan. Jurusan gw adalah Pendidikan Bahasa Inggris, dan itu dipersempit lagi ke 2 bagian yakni; Translation dan Guiding.
Kalian tau pasti kan apa yang gw pilih? :D Yep, jelas aja gw pilih guiding. Jadi, di makul (mata kuliah) Guiding ini sebagian besar isinya tuh tentang pariwisata. Dari tempat wisata, hotel, restoran, dan alat transportasi yang biasa digunakan untuk berwisata.
Keren banget kan?? :D Nah, lulusan jurusan gw ini nanti ngga hanya jadi guru aja, tapi, dia juga bisa jadi translator (penerjemah), dan bisa juga jadi tour guide. Dan kalian pasti tau tugasnya seorang tour guide itu apa aja. Intinya kerjaan kita tuh cuman jalan-jalan seneng-seneng aja, trus dibayar pulak. Haha.. Menyenangkan banget kan kerjaan impian gw ini. :D

Alasan gw memilih jurusan guiding ini juga karena gw ngga harus memilih makul translation untuk jadi seorang penerjemah. Tapi, gw butuh makul guiding untuk bisa jadi tour guide. See, pilihan gw lebih banyak klo ngambil makul guiding aja kan ketimbang makul translation?? :)

Nah, kembali lagi ke niatan gw untuk kerja ini. Hobi gw itu selain jalan-jalan adalah baca n nulis apa aja yang bisa gw baca n gw tulis (salah satunya blog ini). Kecuali nulis skripsi tentunya. :P Nah, klo gw yang notabene belom lulus n selesai skripsi jelas banget ngga akan dapet ijin dari Daddy untuk kerja jadi tour guide. Karna jelas aja skripsi gw bakal terlantar, n yang ngga ada gw keasikan kerja jalan-jalan itu. Diluar alasan gw yang lagi males keluar rumah. :D

So, gw ambil option kedua dari hobi gw untuk kerjaan impian gw selanjutnya. Yakni jadi penulis. Di internet banyak banget tawaran untuk jadi penulis artikel yang syarat-syarat dimintanya pun bisa gw penuhin saat ini. Kecuali satu hal, penempatannya di luar kota. Dan dari sekian banyak tawaran kerjaan yang bisa gw penuhin kebanyakkan hanya untuk ditempatkan di Malang Jelas aja syarat utama itu ngga bisa gw penuhin. Untuk jadi tour guide yang ngga harus keluar kota aja ngga dapet ijin, apalagi kerjaan yang penempatannya ada diluar kota. Huft banget deh... -_-

 Makanya sekarang gw lagi bingung n bete banget. Pengen kerja yang dari rumah aja tapi jarang banget ada tawaran dari Solo. Disamping itu gw juga butuh pengalihan isu (ceileh bahasanya :D) dari skripsi gw supaya bisa kelar sebelum deadline.
Help me deh yaa bagi yang butuh artikel atau apapun yang perlu gw tulis sebagai side job pengalih isu skripsi. Please banget deh yaa everybodyyyy... :D

Tuesday, 1 September 2015

Pernikahan dan Perayaannya

Akhir-akhir ini sering banget ngeliat link di lapak sebelah tentang pernikahan dan walimatul ursy nya.
Yah, bukannya gimana-gimana juga yaa. Semakin kesini semakin banyak undangan pernikahan dari temen-temen q dan juga sebenarnya lagi mikirin tentang pernikahan q juga nantinya. :D

Yang sering jadi bahan pertimbangan di link-link itu adalah perlukah perayaan besar-besaran dalam pernikahan yang nantinya malah menjadi hutang karena sekedar mengikuti gengsi semata?
Dan disitu juga disebutkan bahwa keluarga dari mempelai wanita lah yang terlalu banyak menuntut macam-macam (red:perayaan besar-besaran).

Ehm, sebenernya ngga ada salahnya untuk merayakan pernikahan bagaimanapun caranya. Mau besar-besaran atau sederhana saja. Tapi, perlu dipertimbangkan dari sudut finansial kedua belah-pihak. Klo mampu dan sepakat maka silahkan saja diadakan secara besar-besaran. Toh, kedua belah pihak dari keluarga mempelai pun sanggup.

Meski dari sudut pandang q pribadi hal itu mubadzir. Karena menurut aq mending pernikahan diadakan secara sederhana saja, uangnya bisa dianggarkan untuk kebutuhan kedua mempelai ke depannya.
Tapi,sekali lagi itu adalah sudut pandang aq yang memang tidak memiliki keinginan untuk mengadakan perayaan mewah pada pernikahan q nantinya. 
Yang penting tetangga kanan-kiri, sanak keluarga, dan kerabat mengetahui berubahnya status q dari single person menjadi married person. That's enough.

Alhamdulillahnya keluarga juga mendukung n ngga menyuruh macem-macem. Dikarenakan kondisi finansial ortu juga yang masih mengurus biaya pendidikan ketiga adik q. 
Tapi, sedari kecil yang notabene kondisi finansial keluarga lagi menanjak pun, aq ngga pernah punya keinginan ngadain perayaan besar-besaran pernikahan q nantinya. Pikiran q saat itu sama - mubadzir. Yah, daripada uangnya buat perayaan satu hari itu, mending juga buat beli rumah. Ato kendaraan klo emang udah punya rumah. Yaa, klo ngga ditabung buat masa depan. Kita kan juga ngga tau bagaimana kehidupan kedepannya.
Untuk mengadakan perayaan kan juga ngga harus besar-besaran. Sederhana juga bisa dan yang penting lingkungan sekitar tau dan bisa ikut mendoakan kedua mempelai. :)
Nabi Muhammad pun pernah berpesan "Adakanlah walimatul ursy meski hanya dengan seekor kambing".
Sederhana banget kan? :)

Yah, itu sih pemikiran dari aq n keluarga q. Yang sedikit banyak agak menentang apa yang disampaikan disalah satu link tersebut. Mau negesin aja "Ngga semua keluarga mempelai wanita menuntut mempelai pria untuk mengadakan perayaan besar-besaran dalam pernikahan anak mereka". 
Yaa, sebagai contohnya aq dan keluarga q ini. hehe...
Karna menurut My Daddy yang penting itu sah dipandangan Alloh. (di negara juga tentunya. :D) Ngga peduli dengan pandangan manusia. Yang penting kita yang menjalani sanggup bertanggungjawab terhadap Khalik kita dan ngga lupa mengabari berita bahagia ini dan tidak menutup-nutupinya.

See, mudah banget kan klo kita ngga ambil pusing n ribet mikirin masalah pernikahan n tetek-bengek laennya. Tinggal ikutin ajaran Nabi Muhammad selesai. :)

September Ceria #Wish

Welcome,September... :D
Semoga selalu ceria, tapi awal bulan ini malah dihadapi dengan ke"mendung"an ku. :(

Ngga tau ini cuman perasaan q aja atau emang beneran terjadi.
Aq ngerasa Mamas ngasih space ke aq entah untuk apa. Yaa, emang dy masih rajin komunikasi ama aq, tapi tetep aja ada yang beda dari itu semua (inget, aq adalah orang yang sensitif dengan hal-hal ini). Mau se-tomboy apapun aq, aq kan tetep aja seorang wanita. Dan wanita adalah makhluk kepastian. Jadi dy membutuhkan kepastian terutama berkaitan dengan masa depannya.

Ditambah lagi beberapa hari kemarin sempet memimpikan seseorang yang seharusnya udah masuk daftar blacklist q. Yang lebih parah lagi akhir-akhir ini malah aq kepikiran ama salah seorang sepupu q yang dulu sempat "dekat" juga ama aq. >,<
Serius, hal-hal remeh kayak gitu sebenernya emang ngga penting untuk dibahas ataupun jadi bahan pertimbangan buat aq. Tapi, bagi sosok kayak aq "hal-hal remeh" yang muncul ketika hubungan q dengan Mamas ngga baik, itu ibarat sebuah pertanda. =,=
Ok, maaf untuk ke-error-an q ini. Abz mau gimana, lagi stress mikirin skripsi eh masalah kayak gini muncul lagi ke permukaan. Bikin ngga konsen n ngga nyaman aja kan?? >,<

Hemh, yah semoga emang ini perasaan q aja yaa. Karna mo gimana pun juga aq sangat berharap Mamas lah yang menjadi jodoh q kelak. Jodoh dunia-akhirat InsyaAlloh.
Dan juga aq ngga bisa membayangkan hidup q ke depannya akan seperti apa klo bukan Mamas yang jadi pendamping q. :)