Wednesday, 26 September 2012

I R O N I S

Lagi pengen curcol nih. Cz hati lagi ngerasa ga enak. Bukan galau lho yaa... =D

Yah sesuai dengan judul yang gw kasih diatas. Kisah yang mau gw ceritain ini bener-bener ironis dah. Tapi,tergantung masing-masing pembaca deh mau mengartikannya bagaimana. =)

Ironis itu adalah saat elu ga bisa dateng ke acara wisuda pacar lu karna ada sesuatu hal yang bukan berasal dari elu. Tapi,berasal dari pacar lu. (pembaca pasti bingung. Gw aja yang nulis bingung koq. =p)
Dan seseorang dari masa lalu elu minta elu dateng ke acara wisudanya dy yang entah kapan sebagai "pendamping"nya dy. -,-

Jujur deh, selama ini gw ngga pernah sekalipun mempersalahkan acara wisuda. Yang jadi masalah itu adalah saat acara wisuda dijadikan ajang pamer "pendamping" (baca:pacar). -,-
Makanya gw sebenernya ngga pernah mempermasalahkan apakah gw dateng ato ngga diacara wisuda pacar gw. Tapi, yang gw permasalahkan sekarang adalah,"Kenapa malah someone in the past gw yang mau mamerin gw sebagai pacarnya dy. Bukan pacar gw sendiri??!! =@

Gw selama ini calm down aja. Karna gw pikir gw ama pacar gw sendiri aja belum sah (baca:menikah). So, menurut gw, gw belum bisa dijadikan sebagai "pendamping" kan di acara tersebut. Jadi,yah gw santai badai aja dah. =D
Cuman, gw jadi sedikit qualm klo udah menyangkut yang namanya PENGHASUT. =@
Biasalah entah iri ato apa, yang jelas dy ga suka banget ama gw. Dan setelah tau pacar gw wisuda dan gw ga hadir diacara itu. Mulai dah dy "berkicau". =@

Makanya untuk sedikit meredam rasa emosi, gw memutuskan untuk curhat. Tapi,curhatnya gw ini pengen hanya berjalan satu arah aja. So,gw limpahin semua kejengkelan gw disini. Klo gw curhatnya ke temen ato nyokap, kasian ntr gw omel-omelin. Padahal kan kesalahannya bukan dari mereka. =(

Yah,untungnya sekarang perasaan gw udah agak lega. =)
Emang bermanfaat banget dah ini blog untuk menuangkan semua uneg-uneg gw... =D

Wednesday, 19 September 2012

Anak Mahal...

Sebutan "Anak Mahal" kini terdengar lagi di telinga q. >,<
Efek operasi q kemaren. Dan operasi kedua q nanti. Hemm... -,-

Yah,sebutan "Anak Mahal" itu sendiri memang hanya aq yang menyandang dari keenam anak yang dimiliki ortu. >,<
Karna sejak kecil yang sering bolak-balik masuk rumah sakit adalah aq. Bahkan saat aq masih didalam kandungan Mommy pun aq (dan Mommy tentunya) udah harus sering nginep di rumah sakit.
Dan setelah aq lahir pun Mommy udah boleh pulang dari rumah sakit, tapi aq masih di"tahan" dirumah sakit karna terjangkit penyakit dipencernaan q. =(

Nasib amat yak dirumah sakit trus bahkan ketika aq masih didalem kandungan Mommy. >,<
Yah,itulah alasan kenapa aq menyandang sebutan "Anak Mahal". Tau sendiri kan berapa banyak biaya yang harus ditanggung klo qt berhubungan dengan rumah sakit. Apalagi sampe' harus opname segala yang tentunya ga mungkin cuman 1 ato 2 hari aja harus dirumah sakitnya. =(

Klo dipikir-pikir yah emang sih aq kayaknya yang paling banyak "nguras" uang ortu. Ga enak banget dah jadinya. =(
Walopun aq sangat yakin klo ortu ngga pernah itung-itungan klo masalah uang ama anak-anaknya. Tapi,tetep aja deh perasaan ga enak ini ngendep banget.
Makanya untuk operasi q yang kedua ini aq masih mikir-mikir lagi. Menurut aq sih masih belum perlulah untuk operasi sekarang. Ngga kayak operasi pertama q kemaren yang emang hukumnya wajib untuk dioperasi dah.

Well,moga suatu hari nanti aq bisa membalas sedikit perhatian kedua orangtua q untuk q selama ini.
Aamiin... =')

Talked wif My Dad

Beberapa hari lalu, saat kepulangan Daddy sempet ngobrol banyak banget. Well,salah satunya ada yang berkaitan erat dengan jodoh. =)

Pokok pembicaraan memang berawal dari akan diadakannya operasi yang kedua untuk q. Tapi,lama kelamaan pembicaraan meluas kemana-mana. Yah,salah satunya sampai ke pembicaraan jodoh itu.

Daddy yang memang dari dulu selalu dekat dengan anak-anaknya selalu berbagi masalah yang beliau punya. Tidak hanya kegembiraan yang beliau bagi kepada kami. Tetapi,juga dengan berbagai masalah yang menimpa beliau. Karna beliau beranggapan kami selaku anak-anaknya kelak akan mengalami masalah yang jauuh lebih sulit ketimbang masalah yang beliau hadapi saat ini. Maka selaku orangtua, beliau membagi masalahnya ini dengan harapan kami juga dapat memberikan solusi tentang masalah beliau tersebut. Sehingga esok ketika kami mengalami masalah yang jauh lebih sulit, kami terlatih untuk dapat menyelesaikan masalah kami sendiri tanpa harus bergantung dengan orang lain. =)

Sampai sini aq pun merasa nyaman berbicara dengan Daddy. Karna pada saat itu Daddy memposisikan diri sebagai teman. Bukan sebagai Ayah. =)
Hingga sampailah ke pembicaraan tentang pacar, menikah, dan jodoh. >.<

Dari awal Daddy memang tidak setuju dengan adanya pacaran. Apalagi klo anak-anaknya pacaran. Daddy pasti bisa berang. Tapi,entah kenapa kemarin yang dibahas pertama kali itu justru tentang pacarannya. Bukan tentang pernikahan dan jodohnya. -.-

Kemaren setelah apanjang lebar ngomongin tentang masalah-masalah Daddy, beliau berpaling ke masalah yang lain.
Dan entah bagaimana mulanya, Daddy bilang gini,"Seseorang yang udah merasa dekat seperti orang pacaran bahkan menikah itu sedikit banyak sudah ber"jodoh". Tapi,ketika mereka harus berpisah dan mengakhiri hubungan pacaran atau pernikahan itu. Maka 'jodoh'nya pun berakhir sampai disitu. Jadi jangan pernah berpikiran bahwa orang yang udah menikah itu udah pasti jodohnya. Yaa,memang begitu. Tapi,ketika berakhir. Yaa,berakhir pula jodohnya sampai disitu."

Ough! Tertohok banget sampe' disitu. Secara ga langsung sepertinya Daddy udah tau tentang hubungan yang aq dan kakak-kakak q punya.
Hanya saja waktu untuk menyampaikan ketidaksukaan beliau hanya bisa tersampaikan ke aq. -,-
Dan Daddy sepertinya ingin bilang klo orang yang udah nikah aja jodohnya bisa berhenti saat hubungan pernikahan itu udah berakhir. Apalagi hubungan pacaran yang kemungkinan untuk putusnya jauh lebih besar ketimbang perceraian dalam pernikahan. -,-

Yah,apapun kelanjutan hubungan aq dan kakak-kakak q nantinya just wait and see ajalah. Mau ga mau setiap nasehat yang dikasih ortu kan pasti baik bagi anak-anaknya. Ga ada juga kan ortu yang mau menjerumuskan anak-anaknya. =)
Jadi, nasehat apapun pasti aq denger n aq cerna baik-baik... ;-)

Monday, 17 September 2012

Tak Terlupakan

050912
Tanggal itu mungkin tidak akan pernah aq lupakan selama hidupku. Yah,tanggal dilakukannya operasi pertamaku.
Operasi Usus Buntu.

Entah apa penyebabnya. Yang jelas, ketika pagi itu datang ke rumah sakit bersama Mommy aq sudah merasakan perasaan yang tidak enak. Padahal siang itu aq punya janji untuk mengikuti inagurasi OSPEK dikampus. Dan aq salah satu penanggungjawab acara tersebut.

Pagi itu aq hanya berdua saja dengan Mommy menuju rumah sakit untuk memeriksakan sakit perut yang sudah lama q derita. Hanya saja rasa itu semakin parah pada hari selasa malam. Selasa malam itupun Mommy berusaha membujuk q untuk segera ke rumah sakit. Tapi,aq meminta biar rabu pagi saja aq diperiksa.
Jadilah rabu pagi itu aq memeriksakan diri. Dokter umum yang menangani q waktu itu hanya bilang kemungkinan memang sakit usus buntu. Tapi,karna dia juga tidak yakin maka aq dirujuk untuk melakukan USG. Diruang USG itupun aq langsung diperiksa dan dokter jaganya memang bilang sudah terlihat adanya usus buntu. Sedangkan untuk organ dalam q yang lain masih terlihat normal.

Saat mendengar hasilnya itu perasaan tidak enak pun semakin menjadi-jadi. Karna usus buntu itu sudah pasti harus dioperasi. Tapi,aq tetap menunjukkan raut wajah tenang untuk membuat Mommy tidak terlalu spaneng. Kemudian setelah menerima hasil,kami pun segera menemui dokter umum kami sebelumnya untuk mendapat diagnosa yang lain. Setelah membaca hasilnya, sang dokter pun memang langsung berkata aq positif menderita usus buntu.
Dan untuk masalah harus dioperasi atau tidak, beliau merujuk kami menemui dokter bedah. Saat itu aq merasa dunia sedang tidak berpihak pada q. =(
Tapi,demi menjaga emosi dan perasaan Mommy aq pun memasang wajah innocent q.

Hari itu seharusnya kakak q harus segera kembali ke Jakarta untuk mengurus seminar proposal skripsinya dan melanjutkan pekerjaannya disana. Padahal klo aq hari itu harus operasi, tidak ada yang menemani kedua adik-adik kecil q dirumah karna kakak q yang siang itu harus kembali ke Jakarta. Benar-benar situasi yang sulit. Tapi,kemudian sambil menunggu jam praktek dokter bedah aq dan Mommy kembali kerumah untuk melakukan beberapa pengaturan.
Setiba dirumah Mommy menyuruh q mengambil beberapa baju ganti untuk persiapan opname sebelum operasi. Dan setelah itu kami pun kembali ke rumah sakit. Saat itu yang ada dipikiran q hanya Abang yang harus pulang. Tapi,ternyata Abang pun sedang sakit di Semarang. Aq pun tidak tega untuk memaksanya pulang dalam kondisi seperti itu. =(

Setibanya di rumah sakit,dan menunggu agak lama barulah aq dapet giliran diperiksa. Kemudian setelah mendapat kepastian lagi bahwa memang harus operasi, aq pun hanya bisa terdiam. Karna siang itu juga aq harus opname. Dan akan dioperasi jam 7 malam itu. Bisa kebayang kan gimana perasaan q saat itu. Dan yang lebih menjengkelkan lagi adalah kata-kata sang dokter untuk menenangkan Mommy yang emang gampang panik. "Tenang,Bu. Anak Ibu kuat koq. Jadi ga usah khawatir. Dan sebaiknya ini langsung opname saja". *gubraakk*
Well,yah karna memang harus opname dan puasa (sbelum operasi) aq pun menyuruh Mommy pulang untuk mengurus keberangkatan kakak ke Jakarta. Jadi,selama nunggu kamar opname dan harus disuntik, tensi darah, pasang infus, dan rontgen. Semua aq jalani sendiri tanpa ada yang menemani. -,-
Tapi,skali lagi aq sadar itu semua demi kebaikan q sendiri agar tidak manja dan ketergantungan dengan orang lain. Jadi,yah semua aq jalani dengan santai dan ikhlas. Dan baru saat itulah aq mengabari Mamas q yang lagi kerja. =)

Jam menunujukkan pukul 15.30 ketika Mommy baru tiba dikamar rawat q. Hemm,saat itu perasaan jadi tenang banget. Setidaknya saat operasi nanti ada yang menunggui q. =)
Dan kakak akhirnya membatalkan tiketnya dan mengundur kepulangan sehari setelah operasi q. Saat itu Mommy membawa berita lagi katanya ingin membeli perlengkapan sekolah adek-adek dulu yang memang dibutuhkan keesokan harinya. Karna saat itu baru jam 4 sore, maka aq mengijinkan Mommy untuk pergi lagi karna rencana operasi dilakukan jam 7. Jadi masih ada waktu sekitar 3 jam untuk Mommy pergi. -,-
Tapi,ternyata jam setengah 6 perawat sudah menjemput q ke kamar untuk dibawa keruang operasi. Padahal,saat itu Mommy belum kembali. Jujur,saat itu airmata rasanya udah mau turun aja. Aq menelpon Mommy pun katanya baru akan pulang.
Saat itu aq memutuskan biarlah aq menjalani ini sendirian. Hingga aq melihat Mamas q tercinta yang ternyata jadi menjenguk q hari itu. Perasaan takut seketika hilang. Apalagi melihat senyum khas-nya yang membuat hati tenang melihatnya. =')

Jadilah operasi pertama q itu ditemani Mamas. =)
Dan bener-bener ga nyangka klo Mamas nemenin aq ampe' slesai operasi bahkan ampe' aq sadar... =)
Mkasih banget yah,Sayaang udh mau nungguin aq. Meski pada akhirnya km ga bisa bener-bener liat aq setelah dioperasi. =)

Thx too my parents for all support n especially d'cost during me in d'hospital. =)
Love u so much,My parents... ;*